PSG Gagal Raih Coupe De France

Pemain depan Paris Saint-Germain, Neymar mengkritik sejumlah rekan setimnya yang lebih muda sesudah kalah di final Coupe de France dari Rennes melewati adu penalti.

Pemain asal Brasil tersebut menggandalkan kelebihan PSG sesudah gol pendahuluan Dani Alves, namun Rennes dapat menyamakan status melalui gol bunuh diri Presnel Kimpembe dan tendangan Mexer sebelum menang melewati adu penalti sesudah Christopher Nkunku tidak berhasil mengeksekusi bola dengan baik.

Berbicara sesudah peluit akhir di Stade de France, Neymar mendesak rekan-rekan setimnya yang lebih muda guna lebih tidak sedikit mendengarkan anggota kesebelasan yang lebih tua dan lebih berpengalaman. Kekalahan ini membuat banyak situs bola online terpercaya membut berita tentang kekalahan PSG dengan derama adu pinaldti.

Paris Saint-Germain

Kami mesti lebih seperti lelaki di ruang ganti, kami mesti lebih bersatu. Saya melihat tidak sedikit pemain muda yang tidak cukup menggunakan telinga daripada mulut. Mereka mesti mendengar lebih banyak. Kadang-kadang orang yang lebih kawakan berbicara, dan mereka membalas balik. Pelatih berbicara, dan mereka membalas balik. Ini bukan bagaimana tim dapat melangkah jauh, ujarnya.

Kami lebih berpengalaman, jadi mereka mesti lebih memuliakan kami, lebih tidak sedikit mendengarkan. Saya mesti mengerjakan hal yang sama saat saya mengawali karier, tambahnya. Pemain depan Paris Saint-Germain, Neymar mengkritik sejumlah rekan setimnya yang lebih muda sesudah kalah di final Coupe de France dari Rennes melewati adu penalti.

Pemain asal Brasil tersebut menggandakan kelebihan PSG sesudah gol pendahuluan Dani Alves, namun Rennes dapat menyamakan status melalui gol bunuh diri Presnel Kimpembe dan tendangan Mexer sebelum menang melewati adu penalti sesudah Christopher Nkunku tidak berhasil mengeksekusi bola dengan baik.

Neymar Kritik Pemain Muda PSG

Berbicara sesudah peluit akhir di Stade de France, Neymar mendesak rekan-rekan setimnya yang lebih muda guna lebih tidak sedikit mendengarkan anggota kesebelasan yang lebih tua dan lebih berpengalaman.

“Kami mesti lebih seperti lelaki di ruang ganti, kami mesti lebih bersatu. Saya melihat tidak sedikit pemain muda yang tidak cukup menggunakan telinga daripada mulut. Mereka mesti mendengar lebih banyak. Kadang-kadang orang yang lebih kawakan berbicara, dan mereka membalas balik. Pelatih berbicara, dan mereka membalas balik. Ini bukan bagaimana tim dapat melangkah jauh,” ujarnya.

Kami lebih berpengalaman, jadi mereka mesti lebih memuliakan kami, lebih tidak sedikit mendengarkan. Saya mesti mengerjakan hal yang sama saat saya mengawali karier, tambahnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *