Peluang Ajax Meraih Treble Musim Ini

Sebelum menjamu Tottenham Hotspur pada pertandingan pertemuan kedua babak semifinal Liga Champions pekan depan, Ajax Amsterdam bakal tampil lebih dulu pada final Piala KNVB Belanda malam ini, Minggu 5 Mei 2019, di Stadion De Kuip, Rotterdam, melawan Willem II Tilburg.

Kapten Ajax yang masih berusia 19 tahun, Matthijs de Ligt, menuliskan mereka yakin dapat mengatasi desakan mental sebagai tim kesayangan pada liga dalam negeri maupun Eropa pada ketika ini.

Ajax Amsterdam

De Ligt dan kawan-kawan menghadapi kondisi yang relatif baru. Dari kesebelasan yang memang punya sejarah legendaris tapi telah lama tak diunggulkan, sekarang Ajax menjelma menjadi kesebelasan raksasa. Hal tersebut terjadi sesudah mereka menggulung Real Madrid dan Juventus di Liga Champions. Mereka juga berkesempatan memenangi Piala KNVB Beker dan menjuarai persaingan liga domestik, Eredivisie.

Pertandingan malam ini adalah jalan bikin Ajax untuk membeli semuanya tiga gelar juara dalam satu musim persaingan atau mencetak treble.

Ajax Menjadi Salah Satu Tim Favorit di Eropa

Ajax mengungguli Tottenham 1-0 pada semifinal kesatu Liga Champions, Rabu lalu, melewati tembakan gelandang serang Donny van de Beek dalam babak kesatu.

Sebelum menjadi tuan lokasi tinggal semifinal kedua Liga Champions di Johan Cruyff Arena, Amsterdam, Ajax yang sedang memimpin klasemen Eredivisie bakal menjalani tes kesatu pada saat-saat genting melawan Willem II.

Piala Liga Belanda atau Piala KNVB bukan urusan baru untuk Ajax semenjak era Johan Cruyff. Mereka telah 19 kali memenanginya. Malam nanti juga mereka diunggulkan.

Tapi, desakan mental bikin Ajax jauh lebih berat sebab semakin tidak sedikit pecinta sepak bola di Eropa yang menginginkan mereka menang pada seluruh kejuaraan yang diikutinya. Dengan permainan yang atraktif, Ajax kini sedang menjadi tim favorit di Eropa.

“Menurut sejumlah orang, kami mungkin tidak lagi underdog melawan Tottenham. Tapi, pasti saja sebab kami telah melawan Real Madrid dan Juventus,” kata De Ligt dalam konferensi pers.

“Kemudian, kamu merasa desakan untuk menang. Peran sebagai tim kesayangan memang menyerahkan sebuah perbedaan. Saya dapat merasakannya karena tersebut menjadi paling fokus,” kata bek tengah Ajax dan kesebelasan nasional Belanda itu.

“Kami masih bermain guna tiga hadiah. Semuanya sangat konsentrasi menyambut pertandingan yang terdapat di depan,” De Ligt menambahkan.

Ajax terakhir memenangi Piala KNVB pada 2010. Pelatih Erik Ten Hag menegaskan tak akan memungut risiko dengan mengistirahatkan sebanyak pemain kunci guna laga malam ini, demi laga kedua melawan Tottenham.

“Saya melulu akan berfokus menyiapkan rangkaian pemain yang dapat mengalahkan Willem II,” kata Ten Hag. “Kami melawan Spurs pada Selasa mendatang (Rabu dinihari). Waktu dari Minggu ini masih lumayan buat mencairkan tenaga,” Ten Hag melanjutkan.

Ajax bakal menjalani pertandingan Eredivise pada 12 Mei mendatang melawan Utrecht, sebelum menjalani laga terakhir melawan De Graafschap pada 15 Mei.

Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belanda (KNVB) mengolah jadwal Ajax di liga domestik supaya klub ini dapat mempersiapkan diri lebih baik guna kejuaraan antarklub Eropa.

Ten Hag menyangkal penundaan jadwal mereka di liga dalam negeri itu oleh KNVB menyerahkan mereka deviden yang tidak sportif menjelang mereka menjamu Tottenham pada Rabu dinihari mendatang.

Ketika mengungguli juara bertahan Piala KNVB, Feyenoord Rotterdam, 3-0 pada semifinal sang kapten, Matthijs de Ligt, menandai penampilannya yang ke-100 kali membela Ajax Amsterdam dengan menjebol gawang lawan. De Light pun menghadang tembakan di antara penyerang legendaris Belanda sepanjang masa, Robin van Persie, pada menit mula pertandingan semifinal itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *